Berwisata di Bali seperti neraka?

2 Januari 2012 at 22:38 (Blog)

Bali sebagai pulau yang paling banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, saat ini kondisinya semakin tidak layak disebut sebagai pulau dewata alias surga dunia. Majalah Time yang menyebutkan hal tersebut, pada tanggal 1 April yang lalu mengupas bagaimana pertumbuah Bali yang semakin tidak layak menjadi tempat kunjungan wisata. Majalah Time mengangkat berita tersebut bukan hanya sekedar untuk menjatuhkan Bali sebagai tempat wisata, melainkan berdasarkan fakta bahwa Bali sudah seperti neraka bagi para wisatawan.
Pemberitaan Majalan Time, juga direaksi Pemerintah Pusat. Melalui Menbudpar, Jro Wacik, menegaskan, pantai Kuta Bali merupakan pantai yang paling diminati wisata. Terbukti dengan tingginya tingkat kunjungan pada patai itu, baik pewisata asing maupun domestic.

Berita Majalah Time, menyebut berwisata di Bali seperti neraka, menurutnya sangat berlebihan. Memvonis Bali, secara khusus pantai Kuta, gara-gara sampah dan kemacetan. Mengingat penumpukan sampah pada pantai Kuta, tidak terjadi sepanjang waktu dan dibiarkan. Lebih karena adanya siklus angin barat yang secara rutin terjadi dalam setiap tahun.

“Bali secara khusus Kuta, mengenal yang disebut dengan Angin Barat, dan biasa terjadi sekitar Maret. Saya yang lahir dan dibesarkan di Bali, tahu betul peristiwa itu. Musim dimana ratusan kibik sampah memang bermuara di pantai Kuta dan Legian. Terbawa angin pada musim itu, dari perairan wilayah barat pulau Bali,” terangnya panjang lebar, Kamis, 14 April 2011, di pantai Kuta.

Saat penumpukan sampah itulah, lanjut Jro Wacik, mungkin secara kebetulan wartawan majalah Time berlibur ke Bali. Menulis dan memberitakan kejadian yang ditemuinya saat itu, atau saat terjadinya penumpukan sampah di Pantai Kuta dan legian tersebut.

Padahal, kata Jro Wacik, proses pembersihannya pun selalu dilakukan. Apalagi saat terjadinya musim angin barat seperti yang masih terjadi disepanjang Maret dan April ini, saat dimana sampah tengah banyak-banyaknya bermuara di pantai Kuta itu.

Menurutnya lagi, masih banyak di Bali, objek-objek wisata yang diminati dan biasa dikunjungi wisatawan. Yakni Nusa Dua, Tanah Lot, Ubud, Lovina, Benoa, Danau Batur dan lainnya. Dan sudah berkali-kali, Bali mendapat penghargaan kelas dunia, termasuk media-media terkemuka di beberapa Negara. Menyebutkan Bali sebagai “The Best Destination Island In The world”, pulau sebagai tempat kunjungan wisata terbaik dunia.

“Untuk masalah-masalah terkait sampah, pemerintah Bali termasuk Badung, selalu berperan aktif menanggulanginya. Begitu juga dengan kemacetan,” tandas Pak Menteri.

 

sumber: Teropongbali.com, hilmifirdaus.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: